Jumat, 14 Januari 2011

5 Alasan Komputer Wajib shutdown

Setiap kali kita menggunakan komputer, setelah selesai kita waijb melakukan proses shutdown. namun, biasanya beberapa user kadang suka males menunggu proses shutdown yang agak lama, jadi langsung saja matiin dari tombol power atau dari stop kontaknya.



Nah bagi yang pernah melakukannya disarankan untuk baca pembahasan ini. Bila kita terlalu sering mematikan komputer dengan cara mematikan hubungan listrik ke komputer tanpa melakukan proses Shutdown, ada beberapa kendala yang akan terjadi :

“pertama” Pada saat proses Shutdown komputer akan meregistrasi ulang komponen komputer yang terpakai (digunakan) dan software serta data yang dipakai atau yang di delete.

Kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka komponen atau software serta data yang digunakan tidak dapat disimpan kedalam registri, sehingga bila terjadi masalah pada komputer maka komputer tidak dapat menjalankan system recovery berdasarkan tanggal atau waktu yang di tetapkan.

“kedua” Pada saat proses Shutdown, processor memberikan perintah kepada bios untuk menghentikan segala pekerjaan-pekerjaan komponen peralatan, sehingga arus atau daya yang terpakai diputus secara normal.

Tapi kalau kita mematikan langsung maka komponen komputer secara mendadak mati tanpa pemutusan arus secara normal sehingga lama kelamaan akan menimbulkan kerusakan pada komponen komputer.

“ketiga” Pada saat proses Shutdown fan komputer akan bekerja dua kali lebih cepat untuk proses pendinginan processor, kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka pendinginan processor tidak bekerja secara normal maka lama-kelamaan processor bisa rusak.

“keempat” Pada saat proses Shutdown system memory akan dikosongkan, sehingga pada saat komputer dipakai lagi maka memory sudah benar-benar dalam keadaan refresh, kalau kita mematikan komputer secara langsung maka besar kemungkinan memory bisa rusak.

“kelima” Pada saat proses Shutdown hard disk bekerja untuk menyimpan data yang diperintahkan processor serta menyalin data komponen serta software kedalam registrasi komputer, kemudian head hard disk akan kembali ke posisi awal (ke posisi tidak membaca hard disk).

Kalau kita mematikan komputer secara langsung maka selain data komponen dan software tidak tersimpan pada registry, juga posisi head hard disk berada di tengah-tengah silinder hard disk, sehingga pada saat dihidupkan kembali komputer dapat merusak silinder hard disk sehingga terjadi Bad sector hard disk, lama kelamaan akan menyebabkan hard disk rusak.

Itulah sebabnya mengapa pada saat proses Shutdown komputer lama untuk mati. Oleh sebab itu hendaknya jika mematikan komputer harus melakukan proses Shutdown terlebih dahulu, bila kita tidak ingin ada masalah kerusakan pada system komputer, baik software maupun hardware nya.

Kamera 3D

Tak hanya produk televisi yang merambah ke teknologi tiga dimensi (3D), kamera pun mulai mengikuti jejaknya. Salah satu vendor yang sudah siap adalah Sony, yang akan merilis kamera saku 3D yang diklaim mampu membuat foto jauh lebih nyata.

Ya, produk ini diakui raksasa elektronik asal Jepang tersebut mampu membuat pengguna seolah-olah sedang berdiri di depan panorama indah yang bisa disentuhnya.

Namun layaknya teknologi canggih lainnya, semakin canggih alat maka semakin mahal harganya. Dengan mengusung seri NEX 5 dan NEX 3, gadget 3D ini dijual seharga 550 poundsterling.

Walau harganya tak murah, teknisi ahli Sony, Paulus Genge percaya bahwa masyarakat akan menyambut baik produk canggih ini.

Dikutip detikINET dari Daily Mail, Sabtu (12/6/2010), kamera akan bekerja dengan mengambil serangkaian gambar secara berurutan, seperti menyapu sebuah panorama. Kemudian gambar-gambar ini disatukan untuk membuat foto kualitas 3D.

Warna Aura dan Artinya,,,,

Kalau kita perhatikan dengan santai dan pandangan yang jernih maka kita dapat melihat walau mungkin secara samar bahwa pada badan yang hidup(juga ada badan tak hidup)terdapat semacam lapisan warna yang meliputinya yang kita kenal dengan nama AURA.

Warna dari Aura mirip seperti warna pelangi yang menyelimuti permukaan sebuah benda (terutama benda hidup) dan warna tsb dapat berubah setiap saat tergantung dari keadaan mental orang tsb.

Pada manusia Aura dapat kita lihat menjadi TIGA bagian .

Bagian pertama atau bagian yang paling dekat dengan permukaan tubuh yang seakan menyelimuti dan mengikuti lekuk tubuh secara tepat adalah Aura Kembaran kita.(atau disebut juga Aura kembaran Etheris).
Warna Aura ini kebanyakan berwarna gelap atau kadang agak kelabu.

Lapisan Kedua terletak diatasnya atau diluarnya adalah Aura bagian dalam yang sedikit banyak mencermin kankeadaan kesehatan si pemilik tubuh tsb.

Lapisan ketiga adalah lapisan diatasnya lagi atau dibagian luarnya lagi yang kita sebut Aura bagian luar ,yang sangat banyak terpengaruh oleh keadaan mental atau kebatinan orang ybs.

Warna dan Artinya :

Hitam Lebih banyak diartikan sebagai pikiran yang negatif

Merah Lebih banyak diartikan dengan kemarahan dan hawa nafsu

Coklat Lebih banyak diartikan dengan keserakahan dan mementingkan diri sendiri.

Abu-Abu Lebih banyak diartikan dengan suasana kemuraman dan kesedihan kadang ketakutan.

Oranye Lebih diartikan dengan ambisi.

Kuning Lebih diartikan dengan kecerdasan pada ybs.

Hijau Sifat baik

Biru Rasa keagamaan,ketaatan dan cita-cita mulia

Putih Menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.

Tentu masih banyak lagi warna kombinasinya yang dapat kita lihat dan ini mempunyai arti gabungan tsb.

Kamis, 13 Januari 2011

Favorite Quotes About Love

* "Love doesn't make the world go round. Love is what makes the ride worthwhile." Franklin P. Jones

* "I love you, Not only for what you are, But for what I am, When I am with you." Roy Croft

* "How beautiful life can be when touched by love." Tiffany Anderson

* "Loving a woman who scorns you is like licking honey from a thorn." Welsh proverb

Speech

Speech is the vocalized form of human communication. It is based upon the syntactic combination of lexicals and names that are drawn from very large (usually >10,000 different words) vocabularies. Each spoken word is created out of the phonetic combination of a limited set of vowel and consonant speech sound units. These vocabularies, the syntax which structures them, and their set of speech sound units, differ creating the existence of many thousands of different types of mutually unintelligible human languages. Human speakers (polyglots) are often able to communicate in two or more of them. The vocal abilities that enable humans to produce speech also provide humans with the ability to sing.
A gestural form of human communication exists for the deaf in the form of sign language. Speech in some cultures has become the basis of a written language, often one that differs in its vocabulary, syntax and phonetics from its associated spoken one, a situation called diglossia. Speech in addition to its use in communication, it is suggested by some psychologists such as Vygotsky is internally used by mental processes to enhance and organize cognition in the form of an interior monologue.
Speech is researched in terms of the speech production and speech perception of the sounds used in spoken language. Other research topics concern speech repetition, the ability to map heard spoken words into the vocalizations needed to recreated that plays a key role in the vocabulary expansion in children and speech errors. Several academic disciplines study these including acoustics, psychology, speech pathology, linguistics, cognitive science, communication studies, otolaryngology and computer science. Another area of research is how the human brain in its different areas such as the Broca's area and Wernicke's area underlies speech.
It is controversial how far human speech is unique in that other animals also communicate with vocalizations. While none in the wild have compatibly large vocabularies, research upon the nonverbal abilities of language trained apes such as Washoe and Kanzi raises the possibility that they might have these capabilities.
The origins of speech are unknown and subject to much debate and speculation.

Rabu, 12 Januari 2011


Sebaik-baiknya Teman Duduk di Setiap Waktu
Adalah Buku
0leh : Calculati Alfi Jannati Mujiono

Dewasa ini fenomena membaca sudah jarang ditemui di kalangan remaja. Remaja saat ini telah dimanjakan oleh berbagai fasilitas modern yang seringkali membuat mereka lupa akan kewajibannya. Layanan audio visual yang kini dijajakan publik lebih diminati oleh para remaja karena audio visual memiliki tampilan yang lebih menarik dibandingkan bahan bacaan. Remaja menjadi terbiasa pada gambar-gambar visual yang bergerak cepat. Akibatnya,  mereka  menjadi bosan terhadap kegiatan-kegiatan seperti membaca dan mendengarkan, terutama di sekolah. Otak mereka menjadi tidak terbiasa berkonsentrasi karena umumnya gambar-gambar yang ditayangkan tidak membutuhkan konsentrasi intelektual.
Padahal acuan prioritas cara belajar di sekolah adalah dengan membaca buku-buku pelajaran demi menunjang intelektualitas mereka. Efek yang jelas juga akan tampak ketika mereka menghadapi ujian sekolah. Tanpa membaca mereka tidak akan bisa menyelesaikan ujian dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, budaya membaca haruslah tetap kita lestarikan agar terlahir generasi  penerus yang cerdas dan berpengetahuan luas.
Membaca merupakan kegiatan yang difungsikan sebagai sarana pengembangan wawasan. Bagi sebagian orang membaca merupakan suatu kegiatan yang membosankan. Namun, tidak sedikit dari meraka yang gemar membaca. Membaca diibaratkan kebutuhan primer yang harus dipenuhi sebagai pengembangan pola pikir dan penambahan wawasan. Lunturnya kulturasi membaca  di kalangan  remaja dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya perkembangan zaman yang memanjakan manusia untuk hidup serba instant dengan berbagai fasilitas modern yang sebenarnya menipu mereka. Penggunaan alat  penunjang belajar selain membaca memang berpengaruh bagi mereka tetapi pada dasarnya kesuksesan seseorang banyak didasari oleh gemarnya mereka terhadap kegiatan membaca. Kata-kata yang dibaca lebih sulit dilupakan dibandingkan kata-kata yang mereka dengar. Membaca juga menimbulkan daya khayal tinggi bagi para pembaca. Imajinasi seorang yang gemar membaca akan berbeda dengan yang lainnya walaupun buku yang dibacanya sama. Hal ini disebabkan setiap orang memiliki daya pikir yang berbeda.
Seseorang akan mati tanpa makan dan akan bodoh tanpa membaca. Makan adalah kebutuhan pokok manusia demi kelangsungan kehidupannya, sedangkan membaca kebutuhan hidup manusia untuk mencapai penghidupannya. Membaca merupakan salah satu cara untuk mengenal dunia dan memberikan banyak informasi tentang banyak hal yang tidak atau belum kita ketahui. Dengan membaca maka dunia ada dalam genggaman tangan. Ketika seseorang belajar tentang sesuatu hal maka semakin menyadarkannya bahwa banyak hal yang belum atau tidak kita ketahui. Berpengetahuan luas merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Tingkat intelektualitas seseorang dapat dilihat dari cara ia berbicara. Seperti diungkapkan dalam sebuah pepatah “ Memebaca membuat orang lebih bijaksana”. Sumber yang tepat untuk menunjang hal itu adalah buku. Buku adalah sarana utama dan paling ampuh untuk membuka jendela dunia bahkan dapat dijadikan referensi dari berbagai pertanyaan. Buku adalah teman yang tidak pernah marah, sekalipun ia diperlakukan tidak baik, dibanting, diinjak, bahkan dibakar. Jadikanlah buku teman terbaik dalam keadaan apa pun dan di mana pun.
Dengan membaca maka kita telah memacu sel-sel otak. Kecerdasan seseorang bergantung dari seberapa sering ia menggunakan otaknya untuk berpikir. Hal tersebut tidak diharuskan dengan membaca buku-buku ilmiah atau pengetahuan umum saja. Melainkan, dapat pula didapatkan dengan membaca buku-buku sastra seperti novel, cerpen, atau sekedar cerita jenaka. Karena pada dasarnya otak memerlukan ruang untuk melonggarkan sedikit sarafnya dan berpikir untuk hal-hal yang ringan.
Bacalah dan jangan pernah bertanya untuk apa membaca atau apa yang akan didapat setelah membaca. Semua pemahaman yang didapat setelah proses membaca akan datang dengan sendirinya. Tidak ada satu pun yang dapat merugikan kita setelah membaca. Pilihlah bahan bacaan yang sesuai dengan kapasitas kita. Membaca lebih memposisikan kita lebih bermakna. Jadikanlah kegemaran membaca sebagai suatu kebutuhan untuk meningkatkan kualitas diri dan hidup kita seperti diungkapkan N. Drijarkara (1913-1967) Tujuan Pendidikan di Indonesia adalah memanusikan manusia dan mengangkat manusia ke taraf insani:pendidikan merupakan proses pembudayaan manusia sebagai homo homini socius.