Rabu, 12 Januari 2011


Sebaik-baiknya Teman Duduk di Setiap Waktu
Adalah Buku
0leh : Calculati Alfi Jannati Mujiono

Dewasa ini fenomena membaca sudah jarang ditemui di kalangan remaja. Remaja saat ini telah dimanjakan oleh berbagai fasilitas modern yang seringkali membuat mereka lupa akan kewajibannya. Layanan audio visual yang kini dijajakan publik lebih diminati oleh para remaja karena audio visual memiliki tampilan yang lebih menarik dibandingkan bahan bacaan. Remaja menjadi terbiasa pada gambar-gambar visual yang bergerak cepat. Akibatnya,  mereka  menjadi bosan terhadap kegiatan-kegiatan seperti membaca dan mendengarkan, terutama di sekolah. Otak mereka menjadi tidak terbiasa berkonsentrasi karena umumnya gambar-gambar yang ditayangkan tidak membutuhkan konsentrasi intelektual.
Padahal acuan prioritas cara belajar di sekolah adalah dengan membaca buku-buku pelajaran demi menunjang intelektualitas mereka. Efek yang jelas juga akan tampak ketika mereka menghadapi ujian sekolah. Tanpa membaca mereka tidak akan bisa menyelesaikan ujian dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, budaya membaca haruslah tetap kita lestarikan agar terlahir generasi  penerus yang cerdas dan berpengetahuan luas.
Membaca merupakan kegiatan yang difungsikan sebagai sarana pengembangan wawasan. Bagi sebagian orang membaca merupakan suatu kegiatan yang membosankan. Namun, tidak sedikit dari meraka yang gemar membaca. Membaca diibaratkan kebutuhan primer yang harus dipenuhi sebagai pengembangan pola pikir dan penambahan wawasan. Lunturnya kulturasi membaca  di kalangan  remaja dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya perkembangan zaman yang memanjakan manusia untuk hidup serba instant dengan berbagai fasilitas modern yang sebenarnya menipu mereka. Penggunaan alat  penunjang belajar selain membaca memang berpengaruh bagi mereka tetapi pada dasarnya kesuksesan seseorang banyak didasari oleh gemarnya mereka terhadap kegiatan membaca. Kata-kata yang dibaca lebih sulit dilupakan dibandingkan kata-kata yang mereka dengar. Membaca juga menimbulkan daya khayal tinggi bagi para pembaca. Imajinasi seorang yang gemar membaca akan berbeda dengan yang lainnya walaupun buku yang dibacanya sama. Hal ini disebabkan setiap orang memiliki daya pikir yang berbeda.
Seseorang akan mati tanpa makan dan akan bodoh tanpa membaca. Makan adalah kebutuhan pokok manusia demi kelangsungan kehidupannya, sedangkan membaca kebutuhan hidup manusia untuk mencapai penghidupannya. Membaca merupakan salah satu cara untuk mengenal dunia dan memberikan banyak informasi tentang banyak hal yang tidak atau belum kita ketahui. Dengan membaca maka dunia ada dalam genggaman tangan. Ketika seseorang belajar tentang sesuatu hal maka semakin menyadarkannya bahwa banyak hal yang belum atau tidak kita ketahui. Berpengetahuan luas merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Tingkat intelektualitas seseorang dapat dilihat dari cara ia berbicara. Seperti diungkapkan dalam sebuah pepatah “ Memebaca membuat orang lebih bijaksana”. Sumber yang tepat untuk menunjang hal itu adalah buku. Buku adalah sarana utama dan paling ampuh untuk membuka jendela dunia bahkan dapat dijadikan referensi dari berbagai pertanyaan. Buku adalah teman yang tidak pernah marah, sekalipun ia diperlakukan tidak baik, dibanting, diinjak, bahkan dibakar. Jadikanlah buku teman terbaik dalam keadaan apa pun dan di mana pun.
Dengan membaca maka kita telah memacu sel-sel otak. Kecerdasan seseorang bergantung dari seberapa sering ia menggunakan otaknya untuk berpikir. Hal tersebut tidak diharuskan dengan membaca buku-buku ilmiah atau pengetahuan umum saja. Melainkan, dapat pula didapatkan dengan membaca buku-buku sastra seperti novel, cerpen, atau sekedar cerita jenaka. Karena pada dasarnya otak memerlukan ruang untuk melonggarkan sedikit sarafnya dan berpikir untuk hal-hal yang ringan.
Bacalah dan jangan pernah bertanya untuk apa membaca atau apa yang akan didapat setelah membaca. Semua pemahaman yang didapat setelah proses membaca akan datang dengan sendirinya. Tidak ada satu pun yang dapat merugikan kita setelah membaca. Pilihlah bahan bacaan yang sesuai dengan kapasitas kita. Membaca lebih memposisikan kita lebih bermakna. Jadikanlah kegemaran membaca sebagai suatu kebutuhan untuk meningkatkan kualitas diri dan hidup kita seperti diungkapkan N. Drijarkara (1913-1967) Tujuan Pendidikan di Indonesia adalah memanusikan manusia dan mengangkat manusia ke taraf insani:pendidikan merupakan proses pembudayaan manusia sebagai homo homini socius.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar